Oleh: Gita Farannisa
Aku mencintaimu
saat pertama kali kita bertemu. Aku mencintaimu bukan karena kepandaianmu dalam
berbicara di depan umum. Aku mencintaimu bukan karena keingintahuanmu tentang
sejarah Indonesia. Namun aku mencintaimu karena permintaan hati ini yang selalu
menginginkan kehadiranmu.
Tahukan kamu di setiap
malam aku selalu memimpikanmu? Tahukah kamu disetiap sujud aku selalu berdoa
untukmu? Wahai lelaki yang selalu hadir dalam mimpiku, sadarkah kamu bahwa aku
di sini menunggumu? Menunggumu untuk sadar akan kehadiranku di setiap kegiatan
yang kamu lakukan di kampus tercinta ini.
Saat kamu berbicara
tentang revolusi di sebuah acara, aku hadir. Saat ada diskusi mengenai “Indonesia
pada Masa Sekarang”, aku hadir. Bahkan saat kamu melakukan demontrasi di depan
Gedung MPR, aku hadir! Aku selalu hadir di setiap acara yang kamu hadiri.
***
Mengharapkanmu
untuk menjadi kekasihku sama saja seperti aku mengharapkan David Beckham
menjadi sopirku. Mengharapkan Dimas Andrean menjadi tukang kebunku. Aku tak mungkin
menggapai bintang di langit. Tak mungkin meraih bunga Edelwise di puncak gunung Himalaya. Itu semua akan menjadi impianku
sampai waktu ku menutup mata.
Aku hanya perempuan
biasa yang memakai kacamata tebal dan hobi membaca novel. Aku tidak mungkin bisa
meraihmu, apalagi setelah aku mengetahui bahwa kamu tidak menyukai “fiksi.” “Fiksi
hanyalah khayalan. Untuk apa kita membaca buku yang isinya khayalan semua?”
Kata-kata itu yang sempat aku tangkap saat seseorang menanyai pendapatmu
tentang fiksi.
“Ya tuhan… Jika
takdirku bukan bersamanya, maka hapuslah perasaan ini. Perasaan yang begitu
dasyat saat aku melihat dirinya. Aku sendiri tidak mengerti mengapa perasaan
ini selalu ada saat aku melihat lelaki itu.”
Harapan hanya
tinggal harapan. Entah sampai kapan aku berharap agar kamu bisa melirikku walau
hanya sedetik saja. Mungkinkah suatu saat nanti kamu akan melirikku? Ah
sudahlah, selama ini aku hanya berharap pada suatu hal yang tidak pasti.
note: Cerpen ini pernah menang dalam lomba FLP Ciputat, angkatan 8, kelompok 7.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar